Saturday, May 10, 2008
Monday, April 07, 2008
jalan-jalan pagi
Tidak biasanya papa bangun pagi. Bagi papa, menghirup segarnya udara pagi adalah barang langka. Meski masih kantuk, papa memaksakan diri bangun, membasuh muka sekenanya, dan dengan percaya diri mengajak jalan evan.
Pagi cerah, embun lembab-dingin ,udara segar..Papa masih kumus-kumus karena belum mandi. Evan juga belum mandi...terserah lah...sing penting jalan-jalan.
Posted by
Evan
at
10:13 AM
|
Bagas
Rumah Evan kini makin rame. Kehadiran adik evan-Bagas Ahsan Maulidi Yusuf-membuat semua gembira. Evan senang, jelas. Meski awalnya ngiri.
Bagaimana tidak ngiri. Setelah Bagas lahir, Evan merasa tersisihkan. Evan kini tidak lagi bobo bareng papa-mama. Evan harus mengungsi ke kamar sebelah, bersama Mbak Fat.
Yah..ini resiko punya adik toh...
Tapi tidak masalah, papa-mama masih bisa berbagi kasih untuk Evan. Kedatangan kakek-nenek dari Surabaya juga membuat rumah makin meriah..
Posted by
Evan
at
9:52 AM
|
Wednesday, February 27, 2008
Apa Kabar?
Lama blog ini gak di-apdet. Sebabnya, papa sibuk ngurus blog satunya. Saking sibuknya, Evan sering terabaikan. Perhatian papa terpecah ke hal-hal lain yang sebenarnya tak perlu dan kadang tak penting.
Evan sedih tak terkira. Papa lebih perhatian pada yang remeh temeh. Jarang ada waktu untuk Evan. Evan ditinggal sendirian.
Oh ya sodara-sodara, ini gambar-gambar Evan, papa-mama, dan mbak fat saat mengisi waktu libur seumur jagung--sehari. Libur yang sejenak setelah papa seminggu penuh menjalani rutinitas jemu mencari keping rupiah. Libur yang tak cukup untuk melepas penat.
Ini libur ala orang udik, kampungan, dan tidak punya duit meteran. Evan jelas senang. Sebab selama ini, papa sering mengisi libur sak-encritnya dengan lelap seharian.
Posted by
Evan
at
1:24 AM
|
Sunday, January 27, 2008
Lha Kok Semua Berlomba Nulis Pak Harto Meninggal?
Tepat jam (katanya) 13.10 WIB, Pak Harto Mangkat. Tak lama berselang, beberapa menit saja, semua berlomba menulis kabar terbaru wafatnya mantan penguasa Orde Baru. Yo media online, Tipi-tipi, bahkan blog-blog kesohor (dan yang tidak kesohor).
Lha..kok semua berlomba nulis Pak Harto Meninggal?
Ya ndak tahu saya. Yang jelas, besok koran-koran itu...pasti juga berlomba menyajikan berita terbaik mangkatnya bapak pembangunan satu ini. Kita berdoa saja untuk kebaikan beliau di alam sana, tempat pengadilan maha adil dan tak bisa disogok.
Sekarang saya harap-harap cemas menunggu upacara pemakaman Bapak yang dikenal dengan senyum manisnya itu.
Apa yang saya tunggu? Saya menunggu upacara khikmat (bukan mewah nan megah) ketika keluarga dan ahli waris Pak Harto mengucapkan kata-kata bijak seperti orang-orang kampung nan nDesit ketika mengantarkan jenazah keluarganya ke perut bumi.
Orang-orang desa, kata Gus Mus, begitu hati-hati. Mereka dengan rendah hati, meminta maaf bagi yang meninggal kepada semua khalayak dan menanyakan,"adakah di antara bapak ibu sekalian yang pernah disakiti bapak/ibu kami yang meninggal? kalau ada tolong dimaafkan. Adakah bapak/ibu kami meninggalkan hutang pada anda-anda semua? Adakah hak anda-anda semua tersangkut dalam harta bapak/ibu kami yang meninggal? kalau ada, mohon diikhlaskan. Kalau perlu diselesaikan, mohon disampaikan kepada kami--ahli warisnya. Kami akan menyelesaikannya dengan baik agar keluarga kami yang wafat bisa berpulang dengan ikhlas, tenang, dan damai di alam sana."
Apakah keluarga Pak Harto akan menyampaikan pidato perpisahan seperti itu? saya ndak tahu juga. Kita tunggu saja.
Posted by
Evan
at
6:49 PM
|
Wednesday, January 23, 2008
PJTKI
Saya mau buka PJTKI (Perusahaan Jasa Tukang Korup Indonesia). Saya akan kirim koruptor2 kelas kakap yang cinta NKRI ke negeri2 kaya. Saya instruksikan pada mereka untuk mengeruk, mencoleng, menghisap kekayaan negara2 itu dan dibawa pulang ke Indonesia......Saya optimis usaha ini akan berhasil. Karena di negeri ini tersedia melimpah sumber daya koruptor. Negeri ini pencetak koruptor2 ulung. Hebat..sama hebatnya dengan Brazil yang tidak pernah berhenti melahirkan seniman-seniman bola.
Kalau Brazil setiap tahunnya berhasil mengimpor ribuan bahkan mungkin jutaan pesepakbola andal ke liga-liga terkenal di Eropa sampai klub-klub tak profesional dan suka nendang wasit seperti di Liga Djarum Indonesia, Saya yakin Indonesia juga bisa mentransfer koruptor muda berbakat ke sumber-sumber duit di negara kaya.
Koruptor adalah manusia-manusia cerdas yang tidak mudah dikibuli. Koruptor punya otak lihai dan saya percaya bisa memperdaya bule-bule itu. Mereka kan sudah belajar bertahun-tahun di sini. Tentu pengalaman-pengalaman itu begitu luar biasa dan menjadi modal dasar untuk ngibuli manusia-manusia berbudaya di luar sana.
Koruptor adalah manusia-manusia yang diberi mukjizat luar biasa untuk berkelit dari kesalahan. Dengan mukjizat itu saya yakin tidak ada yang berani membentak, menggertak, apalagi menyiksa mereka seperti TKI/TKW tak berdaya di negeri seberang. Saya bangga hidup di negeri ini. Negeri yang tak henti-hentinya mencetak koruptor berotak cemerlang yang tak kalah cerdas dengan Albert Einstein.
Saya percaya bisnis PJTKI akan menuai untung.
Ada yang mau jadi partner?
Posted by
Evan
at
10:48 PM
|
Tuesday, January 22, 2008
Kritis terus, kapan...
Lagi..ini soal Soeharto.Publik mungkin sudah bosan membaca kabar Si Mbah. Pewarta yang 24 jam nyanggong di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) mungkin juga sudah kelelahan mencatat-mewawancara siapa yang datang menjeguk, menunggu konferensi pers tim dokter, melaporkan perkembangan kesehatan Pak Harto dengan bahasa kedokteran yang--boleh jadi--tidak begitu mereka mengerti. Namun, tetap saja, khabar sakitnya mantan penguasa Orde Baru itu mendominasi halam muka semua media massa.
Sejak masuk RSPP 19 hari lalu, menjejali pembaca dengan berita terbaru perkembangan kesehatan Soeharto. Dari media massa yang serius sampai koran kuning dan infotainment, berlomba menyuguhkan istilah-istilah kesehatan yang tak mudah dipahami artinya. Tapi sebenarnya apa sih nilai 'kebaruan' dari berita sakitnya Pak Harto? Hampir tidak ada.
Saking lamanya Pak Harto sakit, reporter kebingungan, Redaktur susah menentukan lead berita, dan pembaca kian bingung. Saking bingungnya, berita tentang Pak Harto hanya pengulangan dari berita-berita hari sebelumnya.
Hari pertama judul berita: Pak Harto Kritis.
Hari kedua: Pak Harto makin kritis.
Hari ketiga: Pak Harto tak kunjung membaik.
Hari keempat: Pak Harto tambah kritis.
Hari kelima: Pak Harto sudah bisa merespon obat, tapi masih kritis.
Hari keenam: Pak Harto kritis lagi.
Hari ketujuh: Kritis, Pak Harto dibantu Ventilator.
Hari kedelapan: Ventilator tak cukup membantu, Pak Harto tetap kritis.
Har kesembilan: Pak Harto Kritis, Astana Giribangun mulai bersiap.
Hari kesepuluh: Pak Harto Kritis, Presiden siapkan skenario pemakaman.
Hari kesebelas: Pak Harto Kritis, Jaksa Agung Tawarkan win-win solution di luar pengadilan.
Hari keduabelas: Pak Harto Kritis, tidak tepat mendebat soal kasus hukumnya.
Hari ketigabelas: Kritis, Banyak Orang mendoakan Pak Harto.
Hari keempatbelas: Kritis, Pak Harto didemo.
Hari kelimabelas: Pak Harto membaik, tapi belum keluar dari kritis.
Hari keenambelas: Ventilator belum dicabut, karena Pak Harto masih kritis.
Hari ketujuhbelas: Masih kritis, Pak Harto mulai bisa tersenyum.
Hari kedelapanbelas: Kritis berkurang, Pak Harto diberi terapi syaraf
Hari kesembilanbelas: Hampir melampaui titik kritis, wartawan bosan meliput!!!!
Hari keduapuluh judulnya mungkin: Apakah kritis lagi? Kita sudah bosen.
Atau anda punya usul?
Posted by
Evan
at
6:24 PM
|
